Cerita ini berawal dari ekspresi mereka yang histeris ketika anak ikannya di aquarium beranak. Ada salah satua anak yang punya ide kalau ada syukuran peringatan hari kelahiran si ikan. Eh ! kebetulan ada ide yang lewat! kelihatannya waktu belajar materi adab makan, mereka belum diajarkan adab makan ketika syukuran! alhamdulillah Di sekolah mereka sudah mempraktekkan adab makan, setiap hari mereka makan siang di sekolah. Jadi otomatis ada asatid yang bisa ngecek perilaku mereka. Tapi kalau yang satu ini kan belum! ya jadilah acara “SYUKURAN KELAS UMAR”.
Acara yang direncarakan sederhana sekali! maksudku ya yang penting esensinya saja! jadi besoknya mereka ditugaskan membawa rambutan atau snack.
Ternyata, ketika aku masuk kelasku, betapa terkejutnya aku. Mejaku seperti kios buah!
rambutan bertumpukan di mejaku. Ternyata mereka sangat antusias sekali dengan acara syukuran itu.
Setelah istirahat, langsung ustad fanani aku daulat buat memimpin acara! kelas sebelah juga ikut diundang lho !
Tapi ya tetap ada yang gak mau ikut, alasannya rame, yach tetep anak itu-itu wae! ora masalah !
ternyata adab makan waktu tasyakuran itu lain, lho !makanan yang ada di depan kita itu adalah rejeki kita, jadi kalau yang di depan kita itu ayam, ya itu rejeki kita ! Lho lha kalau yang di depan kita itu tempat cucian tangan atau tempat sampah lha gimana ustad? ^_^ he he !
lha ada caranya lagi dong, makanannya bisa digilir/ diputar! kan biasanya kalau syukuran membentuk lingkaran, jadi harus antri dan sabar !
Dengan sabar mereka mengambil satu persatu makanan yang sudah ditata di piring. Tidak ketinggalan juga satu bungkus kecil kacang yang sebetulnya agak terbatas untuk dibagikan. “Ayo, kacangnya ambil satu-satu!ojo royokan!” kata salah satu muridku.