Subhanallah, sungguh besar kekuasaan allah yang ingin ditunjukkan padaku. Aku semakin sadar jika semua yang terjadi padaku adalah rencana besar allah yang dibuat hanya untukku. Karena allah yakin aku bisa menjadi pemenang di garis finish sementara nanti. Ya,…aku menamakannya garis finish sementara, karena masih banyak tujuan yang belum aku capai. Insyaallah dengan saling berbagi dan memberi motivasi, semua rencana allah dapat kuhadapi dengan SENYUM !

Ketika sore hari, dulu waktu aku ngajar masih naik sepeda, ketika aku pulang ngajar, aku sengaja memperpanjang rute perjalananku lewat bagian barat Tri Dharma. Kebetulan waktu itu aku punya rencana beli bolpoin. Setelah membeli bolpoin, ku kayuh sepedaku dengan perlahan, sambil menikmati keadaan di sepanjang perjalananku. Tiba tiba aku melihat ada suara denting lonceng orang jual es. Lho …itu kan ……Ah tapi nggak mungkin ! nggak mungkin dari dulu sampai sekarang hidupnya gak berubah juga, trus apa ya masih kuat seperti dulu lagi ?

Kukayuh sepedaku lebih cepat, hingga aku menemukan sumber suara yang aku cari.

Astaghfirullahaladziim !…………..Ternyata benar, dia adalah orang yang aku lihat berjualan es 21 tahun. Orangnya , loncengnya, toples tempat sirupnya, semua sama seperti ketika aku masih TK A. Dulu setiap hari ahad aku selalu bersama mbah tun, setiap pagi ketika aku diajak belanja ke pasar, aku melihat bapak yang membawa “degan “ dengan tergopoh-gopoh. Cara berjalannya agak timpang. Siangnya aku bersama mbahku yang lain, disana aku ikut mbah jualan es dhawet di jalan pemuda.

Setelah sholat dhuhur, aku langsung berlari ke tempat jualannya mbah.
Ketika aku duduk-duduk melihat ramainya jalan pemuda, aku melihat ada orang jualan es campur. Wah karena namanya anak kecil, aku tertarik sekali dengan alat puteran es punya bapak itu. Aku pengin mencoba memutarnya. Langsung dengan merengek, aku minta dibelikan, walaupun mbahku sendiri jualan es. Mungkin karena aku cucu pertama dari anak pertama jadi semua permintaanku dituruti. Tapi ada satu kata mbah yang sampai sekaranga aku ingat. “yat, ojo tuku es sembarangan, es iku ana seribu manise (pemanis buatan )!“
“ah Gak peduli aku !”
setelah diberi uang , dengan riangnya aku mendekati si bapak. Eh, ternyata si bapak galak juga..ketika si bapak mengambil isinya es campur, aku nyoba muter-muterin puteran esnya !.
“Hoi, Ndhuk, ojo digawe dolanan (hai nak jangan dipakai mainan)
Berhubung aku merasa ketakutan sekali, udah omongannya keras, matanya melotot lagi. Hingga sekarang aku masih mengingatnya !

Kini si bapak telah berubah menjadi mbah yang sudah renta, dengan rombong yang sudah renta pula. Lalu ku beli es yang ia jual. Ternyata es yang ia jual tidak seperti dulu lagi, lengkap dengan gorengannya. Yang ia jual hanya es degan saja.

Laailahaillallah !….

Aku juga tidak tahu mengapa dia seperti itu ! sedih juga melihatnya !

Ternyata allah mempertemukanku dengan beliau untuk kedua kalinya. Sepulang aku dari sekolah lewat ronggolawe,dari kejauhan aku melihat rombong itu lagi!
Lho !….
Cepat-cepat kupakai kacamataku untuk meastikan apakah itu mbah yang dulu atau bukan!
Laailahaillallah, ternyata beliau lagi ! Di sampingnya ada anak perempuan seusia adikku kelas 5. mungkin dia cucunya.
Jadi serba salah aku, mau beli es tapi aku dan orang rumah lagi batuk, mau ngasih sesuatu tapi gimanaaa gitu !
Ketika aku berpapasan, adikku melihat dia sangat lelah sekali, setelah terlewa dari langkahku beberapa langkah aku mendengar perkataanya pada anak gadis itu.
“Nduk, mben nek aku gak dodolan es, iki piye yo nduk ?”

Ya Allah, sungguh besar rencana dan kehendakmu pada setiap makhlukmu,
Sehingga aku seolah tidak mampu menjangkau dan menerimanya secara logika

Aku tidak tahu rencanamu yang kau tentukan pada makhlukmu ini.

Aku hanya yati kecil yang mencoba bersyukur atas semua yang kau berikan untukku, berikhtiar dengan segala cita-citaku, dan memohon atas ampunan dosaku,… padamu !

Astaghfirullahaladziiim , Terima kasih ALLAh !

Tiada yang dapat aku lakukan, atas semua yang kau berikan padaku. Orang tua yang selalu menyayangiku, kelima adikku yang selalu menjadi ice breaking bagiku, dan teman-temanku………!
Mereka yang selalu memberiku motivasi dan selalu membuatku tertawa, dan yang paling special, mereka adalah teman, guru spiritual, ustadtad ustadzah ku SD, yang selalu membuat aku termotivasi untuk menjadi fighter girl, melakukan yang terbaik setiap hari dan menjadikanku seorang ustadzah disini.

Aku jadi teringat kata-kata bijak yang selalu menjadi motivasi hidupku

Surat Ar raad :
Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah nasibnya.

Namun dari segala usahaku, hanya engkaulah dzat yang dapat mengabulkan doaku.

SUBHANALLAH..SUBHANALLAH…SUBHANALLAH…Itulah, yang akan selalu aku ucapkan untukmu !